<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6631690</id><updated>2011-04-22T08:48:17.872+07:00</updated><title type='text'>Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan</title><subtitle type='html'>Memperjuangkan Hak-hak Perempuan Dengan Hati Nurani</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://pdkdemibangsa.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6631690/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pdkdemibangsa.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Sonia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18423474041670412250</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>4</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6631690.post-108035110673646914</id><published>2004-03-27T08:29:00.000+07:00</published><updated>2004-03-27T08:38:15.716+07:00</updated><title type='text'>Suara Hati</title><content type='html'>Berikut adalah lagu yang menyentuh sekali dari salah satu penyanyi favorit saya, Iwan Fals. Lirik lagu ini dimuat di sini untuk menjadi renungan buat kita semua dan tanpa tujuan komersial. Dengan sangat menghormati hak cipta yang dipegang Mas Iwan Fals, inilah "Suara Hati"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Suara Hati&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kabar suara hati&lt;br /&gt;Sudah lama baru terdengar lagi&lt;br /&gt;Kemana saja suara hati&lt;br /&gt;Tanpa kau sepi rasanya hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar buruk apa kabar baik&lt;br /&gt;Yang kau bawa mudah-mudahan baik&lt;br /&gt;Dengar dengar dunia lapar&lt;br /&gt;Lapar sesuatu yang benar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara hati kenapa pergi&lt;br /&gt;Suara hati jangan pergi lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau dengarkah orang orang yang menangis&lt;br /&gt;Sebab hidupnya dipacu nafsu&lt;br /&gt;Kau rasakan sakitnya orang yang tertindas&lt;br /&gt;Oleh derap sepatu pembangunan&lt;br /&gt;Kau lihatkan pembantaian&lt;br /&gt;Demi kekuasaan yang secuil&lt;br /&gt;Kau tahukah alam yang kesakitan&lt;br /&gt;Lalu apa yang akan kau suarakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara hati kenapa pergi&lt;br /&gt;Suara hati jangan pergi lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6631690-108035110673646914?l=pdkdemibangsa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6631690/posts/default/108035110673646914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6631690/posts/default/108035110673646914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pdkdemibangsa.blogspot.com/2004_03_01_archive.html#108035110673646914' title='Suara Hati'/><author><name>Sonia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18423474041670412250</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6631690.post-108018405839329041</id><published>2004-03-25T09:54:00.000+07:00</published><updated>2004-03-25T10:16:24.983+07:00</updated><title type='text'>Kampanye: Sebuah panggung hiburan?</title><content type='html'>Kampanye sudah memasuki putaran kedua dan mulai dilakukan secara terbuka. Kampenya pada hakekatnya adalah sebuah pendidikan politik yang sangat penting bagi publik. Para jurkam berkesempatan menyampaikan "dagangan" mereka. Apa sesungguhnya "dagangan" yang akan "dibeli" rakyat dengan suaranya pada 5 April nanti? Jawabnya adalah program kerja. Bukan janji yang tak masuk akal, tetapi sebuah program matang dan terencana. Program yang baik harus memenuhi kaidah fokus, terperinci, dapat dicapai dan mempunyai jangka waktu yang jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program, bukanlah janji. Janji adalah iming-iming yang terkadang tak masuk akal. Namun janji juga adalah hutang yang harus dibayar. Jika seorang juru kampanye menyampaikan janji tentang ini-itu tanpa rencana yang jelas, maka publik berhak bertanya. Dan pada akhirnya, publik pun berhak menagihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, kampanye terbuka yang melibatkan ribuan massa adalah bentuk yang sangat tidak efektif untuk menyampaikan program partai. Program dan visi tak dapat diterima secara komprehensif jika disampaikan sambil berteriak. Apalagi jika diselingi pertunjukan dangdut dengan goyangan erotis yang merendahkan perempuan. Atau lewat arak-arakan massa di atas truk terbuka yang berbahaya karena juga membawa anak-anak kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program hanya bisa diterima lewat dialog. Lewat pendekatan ilmiah, obrolan dan diskusi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa kita haus akan hiburan. Dan kampanye memang menjadi panggung hiburan. Namun musik dangdut, goyangan seronok para penyanyi dan arak-arakan bagaikan karnaval hanyalah hiburan sesaat. Hiburan sesungguhnya yang diperlukan bangsa ini adalah partai dengan program kerja yang jelas, fokus dan dapat tercapai. Yang mau, dan mampu, bekerja keras mengangkat kembali martabat bangsa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6631690-108018405839329041?l=pdkdemibangsa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6631690/posts/default/108018405839329041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6631690/posts/default/108018405839329041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pdkdemibangsa.blogspot.com/2004_03_01_archive.html#108018405839329041' title='Kampanye: Sebuah panggung hiburan?'/><author><name>Sonia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18423474041670412250</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6631690.post-107953593335753357</id><published>2004-03-17T21:55:00.000+07:00</published><updated>2004-03-17T22:23:01.716+07:00</updated><title type='text'>Ketika Perempuan Berpolitik</title><content type='html'>Jika manusia dikatakan sebagai makhluk politik, lalu mengapa jarang sekali kita lihat perempuan berpolitik, apalagi melalui jalur formal seperti menjadi anggota dewan legislatif? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angka 30% caleg perempuan yang ditentukan secara setengah hati -diantaranya dengan menggunakan kata "&lt;em&gt;dapat&lt;/em&gt;" dan bukan "&lt;em&gt;wajib&lt;/em&gt;"- setidaknya telah memberi momentum baru bagi perjuangan politik perempuan. Apa sih perlunya perempuan berpolitik? Apa yang membuat PDK memasang beberapa caleg perempuan sebagai calon nomor 1 nasional dari beberapa daerah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk politik yang paling umum dari sebuah pemerintahan adalah undang-undang atau peraturan, apa pun tingkatannya. Mulai dari tingkat RT, kelurahan, kecamatan, propinsi sampai negara. Peraturan-peraturan yang selama ini dibuat, dirasakan kurang berpihak masyarakat. Hal ini diduga terjadi karena para pembuat peraturan tidak mempertimbangkan dengan matang dampak sosial. Seperti kita ketahui, bentuk kelompok sosial paling sederhana adalah keluarga. Dan Ibu -&lt;em&gt;seorang perempuan&lt;/em&gt;- adalah pusat dari sebuah keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan yang menjadi penentu kebijakan dan peraturan, akan lebih mempertimbangkan aspek keluarga dalam keputusannya. Kenaikan harga, pengurangan subsidi dan kebijakan tidak populis lainnya, akan diambil dengan lebih mempertimbangkan efek sosial sampai tingkat yang paling kecil yaitu keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, semakin banyak anggota dewan perwakilan perempuan, diharapkan dapat memberi jiwa yang lebih manusiawi pada peraturan/perundangan yang dihasilkannya. &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6631690-107953593335753357?l=pdkdemibangsa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6631690/posts/default/107953593335753357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6631690/posts/default/107953593335753357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pdkdemibangsa.blogspot.com/2004_03_01_archive.html#107953593335753357' title='Ketika Perempuan Berpolitik'/><author><name>Sonia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18423474041670412250</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6631690.post-107951437359310646</id><published>2004-03-17T16:05:00.000+07:00</published><updated>2004-03-17T16:09:31.390+07:00</updated><title type='text'>Mengapa PDK?</title><content type='html'>PDK dilahirkan tidak sekadar untuk memenuhi ambisi politik, misalnya, saja karena ingin memperjuangkan seseorang menjadi Presiden. Partai ini bukan sebagai wadah perjuangan atau kendaraan politik seseorang. Menurut Presiden Partai PDK Ryaas Rasyid, partainya dibangun untuk rakyat, berjuang rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partai bernomor enam ini, menurut Ryaas Rasyid, bermaksud memberikan pencerahan kepada seluruh rakyat Indonesia. "Secara umum strategi saya adalah strategi pencerahan, jadi bagaimana membuka fakta. Sekarang ini kebenaran disembunyikan, dia disembunyikan di laci-laci kekuasan, dia bersembunyi di balik retorika, dia bersembunyi di balik berbagai upacara," ujar Ryaas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PDK sudah memberikan syarat untuk berkoalisi dengan partai lain dan sejumlah kriteria calon presidennya. Di antara syarat itu adalah tidak meneruskan pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri. Kendati kecewa dengan pemerintahan sekarang, PDK tidak akan berkoalisi dengan partai yang ingin kembali ke zaman orde baru. "Jadi jangan anda kecewa dengan Megawati anda kembali ke Soeharto, itu kebodohan kuadrat," ujar Ryaas.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6631690-107951437359310646?l=pdkdemibangsa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6631690/posts/default/107951437359310646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6631690/posts/default/107951437359310646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pdkdemibangsa.blogspot.com/2004_03_01_archive.html#107951437359310646' title='Mengapa PDK?'/><author><name>Sonia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18423474041670412250</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry></feed>
